Daerah  

Perkuat Nasionalisme dan Toleransi, Tim Cegah Densus 88 AT Polri Bersama Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo Edukasi Siswa dan Guru SMP Negeri 14 Kota Gorontalo

banner 120x600

Dalam upaya memperkuat wawasan kebangsaan serta menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan toleransi di lingkungan pendidikan, Tim Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri Satgaswil Gorontalo bersama Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo melaksanakan kegiatan edukasi kepada siswa dan guru SMP Negeri 14 Kota Gorontalo.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta memperkuat semangat kebangsaan di tengah dinamika perkembangan informasi dan teknologi digital.

Dalam kegiatan tersebut, Iptu Teguh Pribadi, S.E., bersama tim memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjaga kerukunan antarsesama, serta membangun sikap kritis terhadap berbagai informasi dan konten di media sosial yang berpotensi memengaruhi pola pikir generasi muda.

Para siswa juga didorong untuk mengembangkan budaya saling menghargai, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta bijak dalam menggunakan media digital. Lingkungan sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang berintegritas, terbuka terhadap perbedaan, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap kehidupan bermasyarakat.

Kolaborasi antara Tim Cegah Densus 88 AT Polri dan Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo ini sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan edukatif dan preventif dalam membangun ketahanan ideologi di kalangan pelajar. Upaya pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, siswa dan guru diharapkan semakin memahami bahwa nasionalisme tidak hanya diwujudkan melalui kecintaan terhadap tanah air, tetapi juga melalui perilaku sehari-hari, seperti menghormati sesama, menjaga persatuan, menaati aturan, serta menolak segala bentuk kekerasan dan intoleransi.

Pihak sekolah dan seluruh unsur pendidikan diharapkan terus memperkuat ruang belajar yang aman, inklusif, dan kondusif bagi tumbuhnya generasi muda yang berkarakter, memiliki semangat kebangsaan, serta mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Dengan penguatan wawasan kebangsaan sejak dini, generasi muda diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi dalam menjaga keharmonisan sosial, merawat kebinekaan, dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Catatan redaksi: Narasi ini disusun berdasarkan informasi kegiatan yang diberikan. Tanggal pelaksanaan, jumlah peserta, materi spesifik, dan keterangan resmi pihak sekolah belum dicantumkan karena belum tersedia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *