POROSRAKYAT.ID – Kegiatan “Temu Alumni & Tracer Study” yang digelar oleh Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada Kamis malam (29/05) di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, menuai kritik keras dari Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian 2024, Tofandra Pulubuhu. Ia menyebut acara tersebut lebih mirip acara hiburan daripada forum ilmiah yang punya dampak nyata bagi Fakultas
“Saya katakan secara terbuka: ini bukan *tracer study*, ini cuma acara kumpul-kumpul tanpa arah. Tidak ada data alumni yang disajikan, tidak ada diskusi strategis, bahkan tidak ada ruang untuk evaluasi sistem pendidikan kita,” tegas Tofan dengan nada kecewa.
Dalam pandangannya, acara ini kehilangan esensi penting dari sebuah *tracer study* — yaitu penelusuran sistematis terhadap alumni untuk mengukur relevansi dan kualitas pendidikan yang diberikan oleh kampus. Bima menyebut penggunaan istilah “tracer study” dalam tajuk acara hanya menjadi label formalitas tanpa isi.
“Mengusung nama besar ‘tracer study’ hanya untuk menarik minat alumni dan melegitimasi kegiatan yang sebenarnya tidak punya konten akademik. Ini manipulatif,” lanjutnya.
Ia juga menyesalkan bahwa tidak ada upaya konkrit dari pihak fakultas untuk mengundang pelaku industri, lembaga mitra, atau pihak-pihak yang bisa memberikan insight tentang kesiapan lulusan di dunia kerja.
“Ini momen strategis yang disia-siakan.
Bukannya membawa pulang masukan, kampus malah pulang dengan dokumentasi foto dan video nostalgia. Di mana substansinya?”
Tofan juga menyoroti kurangnya keterlibatan mahasiswa aktif dalam kegiatan tersebut. Ia menyayangkan bahwa kegiatan ini tidak dimanfaatkan sebagai wadah untuk membangun jejaring profesional antara mahasiswa dan alumni yang sudah berkarier.
“Saya sudah berkali-kali mendorong agar kegiatan semacam ini tidak hanya menyenangkan, tapi juga membangun. Kalau tidak ada evaluasi dari pihak fakultas maka tunggulah kami yang akan evaluasi terlebih kegiatan seperti ini sudah lebih dari satu kali” ujar Tofan
Tofan menutup bahwa kegiatan ini bukan efisiensi anggaran Tapi malah pemborosan anggaran, yang harusnya anggaran di gunakan untuk kegiatan Ormawa
“Ini bukan efisiensi anggaran malah pemborosan anggaran, apalagi kegiatannya di luar kota , transportasi,sewan tempat konsumsi dan akomodasi lainnya.harusnya pihak fakultas gunakan anggaran dalam kegiatan Ormawa untuk peningkatan prestasi Ormawa ” tutupnya














