Langkah Nyata Cegah Stunting, KKN PK UNG Luncurkan Modul dan Buku Saku Gizi di Desa Bendungan

banner 120x600
POROSRAKYAT.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang ditempatkan di Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, menggelar kegiatan Edukasi Gizi Keluarga dengan tema “Penguatan Program Keluarga dalam pencegahan stunting melalui edukasi dan demonstrasi masak sehat berbasis kearifan lokal” bertempat di Balai Desa Bendungan, mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WITA.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan lokal, khususnya jagung dan pisang, dalam mendukung ketahanan gizi keluarga serta sebagai langkah nyata dalam upaya pencegahan stunting di tingkat desa.
Dalam kegiatan edukasi ini, dilakukan penyerahan secara simbolis dua media edukatif kepada kader kesehatan, yakni modul “Panduan Gizi Berbasis Pangan Lokal Jagung dan Pisang dalam Mencegah Stunting” dan buku saku “Inovasi Olahan Pangan Lokal Jagung dan Pisang.”
Modul panduan disusun sebagai sarana edukasi yang praktis dan aplikatif. Di dalamnya termuat informasi seputar stunting, potensi kandungan gizi dari jagung dan pisang, serta cara penerapannya dalam menu sehat keluarga. Tak hanya itu, modul ini juga dilengkapi dengan resep MPASI, strategi edukasi kepada masyarakat, dan studi kasus yang relevan—sehingga bisa menjadi panduan bagi kader kesehatan maupun keluarga dalam membangun pola makan sehat berbasis bahan lokal.
Sementara itu, buku saku menyajikan berbagai inovasi resep sehat berbahan dasar jagung dan pisang, mulai dari MPASI, camilan sehat, hingga menu harian yang mudah dipraktikkan di rumah. Buku ini juga menyuguhkan tips memasak, cara membaca label gizi, panduan penyimpanan bahan makanan, dan variasi menu bergizi. Dengan pendekatan yang sederhana dan kontekstual, booklet ini dirancang untuk membantu ibu-ibu di Desa Bendungan dalam menyediakan makanan sehat dan mencegah stunting secara mandiri dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, diberikan pula materi edukasi langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan KKN Profesi Kesehatan UNG, Andi Mursyidah, S.Kep., Ns, M.Kes. Ia menyampaikan pentingnya peran aktif keluarga dalam menjaga gizi anak, serta memanfaatkan sumber pangan lokal sebagai alternatif bergizi yang mudah dijangkau.

“Pemanfaatan pangan lokal seperti jagung dan pisang bukan hanya murah dan mudah diperoleh, tapi juga sangat bernutrisi jika diolah dengan benar. Keluarga memiliki peran utama dalam memastikan asupan anak terpenuhi sejak dini,” terang Andi Mursyidah dalam sesi penyuluhan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pihak yang mendukung sinergi program pencegahan stunting di desa, di antaranya Kepala Desa Bendungan, Mus Yasin, S.AP, Kepala Puskesmas Kecamatan Mananggu, Amelia Kadji, S.Km., M.M, Ahli Gizi, Dian Widya Astuti, Amd.Gz, Bidan Desa, Maryam Bahrun Nihe, Amd.Keb, Dosen Pembimbing Lapangan, Andi Mursyidah, S.Kep., Ns., M.Kes, Perangkat Desa Bendungan, Kader Kesehatan, Serta puluhan masyarakat yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Bendungan, Mus Yasin, menyampaikan rasa syukur dan harapannya terhadap keberlanjutan dampak edukasi ini.
“Kami merasa sangat bersyukur karena Desa Bendungan mendapat kepercayaan menjadi lokasi KKN Profesi Kesehatan UNG tahun ini. Besar harapan kami agar masyarakat bisa menerima dan memahami edukasi yang diberikan, sehingga bersama-sama kita mampu menurunkan angka stunting melalui pemanfaatan pangan lokal,” ujar Mus Yasin.
Dengan pendekatan edukatif berbasis kearifan lokal, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju ketahanan gizi keluarga yang lebih baik dan berkelanjutan di Desa Bendungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *