Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Desa Tapadaa Berkolaborasi dengan Kementerian Agama Boalemo: Sosialisasi Inovasi Larvasida dan Jaminan Produk Halal di Desa Tapadaa

banner 120x600

POROSRAKYAT.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan kegiatan penyuluhan program kerja inti di Desa Tapadaa, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo. Kegiatan ini mengusung inovasi larvasida alami berbahan dasar kulit dan rambut jagung (Zea Mays L.) sebagai upaya pengendalian vektor malaria dalam rangka pencegahan stunting. Uniknya, kegiatan ini turut melibatkan Kementerian Agama Kabupaten Boalemo yang secara paralel mengsosialisasikan pentingnya jaminan produk halal kepada masyarakat.

Kolaborasi dua pihak ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan keamanan produk konsumsi. Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Agama memberikan edukasi mengenai proses sertifikasi halal serta membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan label halal secara gratis.

“Kami sangat bersyukur bisa berkolaborasi dalam kegiatan ini. Inovasi larvasida alami dari mahasiswa sangat relevan untuk isu kesehatan lingkungan, dan dari sisi kami, penting pula memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya produk halal, terutama untuk pelaku UMKM,” ujar Soedirman Husin Ota, S.Farm. Pengawas Jaminan Produk Halal Kab. Boalemo.

Kegiatan penyuluhan yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh pemerintah desa, kader kesehatan, pelaku UMKM, serta masyarakat umum. Dalam sesi pertama, mahasiswa KKN memaparkan cara pembuatan larvasida alami dan manfaatnya dalam pengendalian nyamuk Anopheles, vektor utama malaria. Disampaikan pula oleh perwakilan oleh tim DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) bahwa malaria yang terjadi berulang pada anak-anak dapat berkontribusi terhadap stunting, sehingga perlu dicegah dari hulunya melalui pengendalian lingkungan.

Sementara itu, dalam sesi berikutnya, pihak Kementerian Agama menjelaskan bahwa jaminan halal bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga bagian dari perlindungan konsumen. Masyarakat diberikan panduan teknis untuk mendaftarkan produknya serta diberi kesempatan mengajukan sertifikasi halal secara gratis, khususnya bagi pelaku UMKM binaan di wilayah Kabupaten Boalemo.

Kepala Desa Tapadaa [Risden Pakaya] menyambut baik sinergi antara mahasiswa dan instansi pemerintah ini. Ia berharap kolaborasi semacam ini dapat terus dilanjutkan guna memberdayakan masyarakat secara menyeluruh. “Kegiatan ini membuka wawasan masyarakat, tidak hanya soal kesehatan tapi juga dalam aspek ekonomi dan keagamaan. Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan pendampingan dari UNG dan Kemenag,” ungkapnya.

Dengan kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu pengetahuan dalam konteks akademik, tetapi juga turut memfasilitasi percepatan program pemerintah di tingkat desa. Sinergi antara inovasi kesehatan dan penguatan sistem jaminan produk halal diharapkan menjadi awal dari perubahan positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Tapadaa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *