Kedatangan Prabowo Subianto ke Gorontalo pada 9 Mei 2026 untuk meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa. Presiden juga dijadwalkan disambut melalui prosesi adat Mopotilolo sebagai bentuk penghormatan masyarakat Gorontalo kepada kepala negara.
Sekretaris Pusat BEM Nusantara sekaligus Koordinator SIGA Gorontalo, Agung Puluhulawa, menilai kunjungan Presiden menjadi momentum penting bagi masyarakat Gorontalo untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan harapan secara langsung kepada pemerintah pusat.
Menurut Agung, kunjungan kepala negara tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi pemerintah untuk melihat langsung kondisi sosial dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat daerah, khususnya terkait kesejahteraan nelayan, pembangunan daerah, hingga isu lingkungan dan pertambangan yang menjadi perhatian publik.
“Momentum kedatangan Presiden di Gorontalo diharapkan dapat menjadi ruang terbuka bagi pemerintah untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat dan mahasiswa,” ujar Agung.
Ia juga menyampaikan bahwa prosesi adat Mopotilolo memiliki makna penghormatan tinggi dalam budaya Gorontalo. Karena itu, menurutnya, penyambutan adat tersebut mencerminkan harapan masyarakat agar kedatangan Presiden membawa perhatian dan dampak positif bagi daerah.
Selain itu, Agung menilai antusiasme masyarakat terhadap kunjungan Presiden menunjukkan tingginya harapan publik terhadap pembangunan dan penyelesaian berbagai persoalan di Gorontalo.
“Kami berharap kedatangan Presiden dapat memperkuat perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan masyarakat Gorontalo serta menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah dan rakyat,” tutupnya.














