Suasana penuh semangat, kedisiplinan tinggi, dan kebersamaan erat mewarnai pelaksanaan Diklat Garuda Putih Periode 1 yang digelar oleh Tani Merdeka Indonesia (TMI) di kawasan Ciawi, Bogor, pada 14 hingga 17 Mei 2026. Kegiatan besar ini berjalan sukses dan lancar berkat kerja keras seluruh jajaran Dewan Pimpinan Nasional (DPN), panitia pelaksana, tim pengajar profesional, tim medis siaga, serta kehadiran dan dukungan langsung dari Bapak Wamen dan Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia.
Diklat ini dirancang khusus sebagai wadah pembentukan karakter, penguatan mentalitas, dan peningkatan wawasan bagi para kader terbaik TMI yang datang dari seluruh penjuru Nusantara. Selama empat hari berlangsung, para peserta ditempa dengan materi ilmu yang sangat bermanfaat dan relevan dengan tugas pengabdian, ditambah penerapan kedisiplinan ketat yang membentuk ketangguhan diri, rasa tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan yang kuat. Setiap sesi kegiatan, mulai dari pembekalan materi, latihan fisik, hingga diskusi mendalam, meninggalkan kesan mendalam dan nilai berharga bagi seluruh peserta.
Salah satu peserta yang turut merasakan dampak luar biasa dari kegiatan ini adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kota Pekalongan, Mungki Retnosari, S.E., atau yang akrab disapa Kikie. Ia mengungkapkan rasa bangganya yang meluap-luap dan kesan yang sangat mendalam setelah mengikuti seluruh rangkaian diklat hingga selesai.
“Saya benar-benar merasa sangat bangga dan terkesan sekali menjadi bagian dari Diklat Garuda Putih Periode 1 ini. Apa yang saya alami dan pelajari di sini jauh melampaui harapan saya. Kedisiplinan yang diterapkan sangat mengasah jiwa dan karakter kami, pembentukan mental yang kami jalani begitu mendalam membuat kami menjadi pribadi yang jauh lebih tangguh dan pantang menyerah, serta ilmu-ilmu yang dibagikan sangat bermanfaat dan siap kami terapkan untuk kemajuan organisasi dan kesejahteraan petani di daerah kami,” ujar Kikie dengan nada penuh haru dan semangat.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dukungan langsung dari pimpinan tertinggi organisasi, perhatian tulus dari panitia, dedikasi para pengajar, dan kesiapan tim medis menjadi kekuatan besar yang membuat kegiatan ini terasa sangat istimewa. Menurutnya, ikatan persaudaraan yang terjalin dengan rekan-rekan peserta dari berbagai daerah se-Nusantara juga menjadi modal berharga untuk bersatu bergerak maju bersama.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Wamen, Ketum, DPN, panitia, pengajar, dan tim medis yang telah berjuang mewujudkan kegiatan luar biasa ini. Semangat dan ilmu yang kami dapatkan akan saya bawa, amalkan, dan sebarkan kembali di Kota Pekalongan. Kami bertekad menjadikan lulusan Diklat Garuda Putih ini sebagai kader andalan yang mampu membawa Tani Merdeka Indonesia semakin maju, kuat, dan bermanfaat bagi seluruh bangsa,” tegasnya.
Diklat Garuda Putih Periode 1 ini kini telah resmi berakhir, namun semangat, nilai kedisiplinan, dan persaudaraan yang terbentuk di Bogor diharapkan terus menyala dan menjadi pendorong langkah seluruh kader Tani Merdeka Indonesia dalam mengabdi untuk kemajuan pertanian dan kesejahteraan rakyat Indonesia.














