Daerah  

Aktivitas PETI di Molosipat Utara Kembali Disorot, Publik Pertanyakan Pengawasan

banner 120x600

POHUWATO — Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah barat Kabupaten Pohuwato kembali mendapat perhatian masyarakat.

Berdasarkan hasil Investigasi pada 18 Agustus 2026 , Aktivitas tersebut berlangsung tepat di titik koordinat wilayah Molosipat Utara, Kecamatan Popayato Barat.

Salah satu dampak yang menjadi perhatian masyarakat adalah kondisi aliran sungai yang diduga mengalami peningkatan sedimentasi. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian karena air sungai dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, termasuk untuk mengairi lahan persawahan.

Sejumlah petani mengaku kondisi sungai yang mengalami pendangkalan turut memengaruhi aktivitas pertanian mereka.

“Kami petani telah mengalami gagal panen akibat pendangkalan sungai akibat sedimentasi dari PETI,” ujar seorang petani yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Keluhan tersebut menjadi perhatian karena sektor pertanian menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat di wilayah tersebut. Masyarakat berharap kondisi sungai dapat segera diperiksa oleh instansi terkait untuk memastikan penyebab terjadinya sedimentasi.

Masyarakat juga meminta Polsek Popayato Barat untuk meningkatkan pengawasan terhadap dugaan aktivitas PETI di wilayah hukumnya.

Mereka berharap aparat dapat menindaklanjuti informasi yang berkembang di masyarakat dengan melakukan pengecekan dan langkah penegakan hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran.

Hingga berita ini diterbitkan pihak redaksi telah melakukan Konfirmasi Kepada Kapolsek Popayato Barat melalui whatssapp, namun belum mendapat tanggapan.

Selanjutnya : Membuka Kotak Pandora Titik Koordinat Lokasi PETI Popayato Barat Yang Sebenarnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *