Rumah Belajar Adawiyah Gorontalo turut ambil bagian dalam memeriahkan Kick Off Reakreditasi RSUD Toto Kabila, sekaligus Soft Launching SITATA-RSTK dan Inovasi Pagar Pasien, yang digelar di halaman RSUD Toto Kabila, Jumat (11/9/2026).
Kehadiran Rumah Belajar Adawiyah dipercayakan untuk menyemarakkan kegiatan melalui penampilan Paiaya Lo Hungo Lo Poli, sebuah tradisi sastra lisan Gorontalo berupa seni pantun berbalas yang sarat dengan pesan, nasihat, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat.
Dalam penampilannya, Rumah Belajar Adawiyah mengangkat pesan-pesan tentang pentingnya peningkatan kualitas pelayanan RSUD Toto Kabila serta pelayanan kesehatan secara umum di Kabupaten Bone Bolango. Pesan tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat dan arahan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango di bawah kepemimpinan Bupati Ismet Mile dan Wakil Bupati Risman Tolingguhu dalam mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan yang semakin baik, aman, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui lantunan pantun berbalas, pesan tentang pelayanan kesehatan dikemas dalam bentuk hiburan yang dekat dengan masyarakat. Cara tersebut menjadikan tradisi budaya tidak hanya sebagai pertunjukan, tetapi juga sebagai media menyampaikan pesan-pesan pembangunan kepada masyarakat secara kreatif dan menghibur.
Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari Direktur RSUD Toto Kabila, Iwan Usman. Ia mengaku puas dengan penampilan yang dibawakan Rumah Belajar Adawiyah dan menilai kehadiran seni tradisi Gorontalo memberikan warna tersendiri dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Menurutnya, penyampaian pesan melalui tradisi lokal seperti Paiaya Lo Hungo Lo Poli menjadi cara yang menarik untuk menyampaikan semangat peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Iwan juga mengapresiasi Rumah Belajar Adawiyah serta para pelaku seni yang telah turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan Kick Off Reakreditasi RSUD Toto Kabila.
“Kami sangat mengapresiasi penampilan Rumah Belajar Adawiyah. Selain menghibur, pesan-pesan yang disampaikan melalui tradisi sastra lisan Gorontalo ini sangat relevan dengan semangat kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Toto Kabila,”ujar Iwan.
Founder Rumah Belajar Adawiyah Gorontalo, Fahriyanto Sofyan, menyampaikan bahwa keterlibatan pihaknya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dan RSUD Toto Kabila dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus melestarikan kebudayaan daerah.
Ia berharap tradisi seperti Paiaya Lo Hungo Lo Poli dapat terus melekat dalam kehidupan masyarakat dan tetap hadir sebagai bagian dari hiburan rakyat.
“Kami berharap tradisi seperti ini tetap hidup dan melekat di seluruh lapisan masyarakat. Kebudayaan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat,” ujar Fahriyanto.
Menurutnya, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, ia mengajak seluruh seniman dan budayawan di Gorontalo untuk terus berkolaborasi mengembangkan berbagai tradisi kebudayaan daerah agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Fahriyanto juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sanggar Farabi Bone Bolango yang turut mengambil bagian dan memberikan kontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Sanggar Farabi Bone Bolango yang telah turut andil dalam menyukseskan kegiatan ini. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menjaga agar seni dan tradisi Gorontalo tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi muda,” tambahnya.
Keterlibatan Rumah Belajar Adawiyah dalam kegiatan Kick Off Reakreditasi RSUD Toto Kabila menjadi gambaran bahwa pelayanan kesehatan dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan. Semangat meningkatkan mutu pelayanan disampaikan melalui kekayaan tradisi lokal, sehingga kegiatan rumah sakit tidak hanya menjadi momentum peningkatan kualitas layanan, tetapi juga ruang untuk menjaga identitas budaya Gorontalo.
Dengan dukungan pemerintah daerah, manajemen RSUD Toto Kabila, serta keterlibatan para pelaku seni dan budaya, semangat menuju pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas di Kabupaten Bone Bolango diharapkan terus tumbuh, sekaligus diiringi dengan upaya menjaga tradisi daerah agar tetap hidup di tengah masyarakat.














