Tekan Penyebaran HIV AIDS, Dikes-KPA Maksimalkan Pelayanan Hingga Klinik

dr. Jeane Istianti Dalie
banner 120x600

POROSRAKYAT.ID – Dalam upaya menekan penyebaran serta penanggulangan HIVAIDS di Gorontalo yang setiap tahun meningkat, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo  bersama Komisi Penanggulangan (KPA) AIDS serta lintas sektor terus melakukan berbagai upaya.

Apalagi jumlah penyebaran AIDS dan sifilis di daerah ini sangat memprihatinkan, sehingga dalam penanggulangan HIV-AIDS tidak bisa hanya dilakukan oleh Komisi Penanggulan AIDS dan Dinas Kesehatan saja.

Demikian yang diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr Jeane Istianti Dalie,

Tetapi perlu melibatkan semua pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, Lurah, Kepala Desa hingga masyarakat dan tokoh keagamaan, ujarnya.

“Harus ada komitmen bersama untuk melakukan tindakan yang nyata dari semua pihak, karena HIV/AIDS sudah menjadi masalah yang kompleks.

dr Jeane menjelaskan upaya untuk melakukan skrining pada setiap individu kini menjadi prioritas pemerintah untuk mencapai eliminasi (termasuk pemutusan mata rantai penularan HIV secara vertikal.

Masyarakat juga harus peduli untuk dirinya sendiri dalam melakukan skrinig dan ada perluasan layanan yang ada di setiap klinik, tuturnya.

Tidak hanya masalah pengobatannya, tapi harus ada kepedulian dari lingkungan sekitar untuk peduli agar masyarakat sekitar tidak terkena virus HIV/AIDS ini,” ungkap dr Jeane lagi.

Bahkan sesuai data yang ada daerah ini tidak kurang dari 1300 kasus HIV Aids dari tahun 2001 hingga 2024 dan tentu ini harus menjadi perhatian kita semua,” bebernya.

Tanpa spirit dan moralitas, maka jelas rencana penanggulanan kasus HIV/AIDS tidak akan berjalan dengan maksimal. Perlu adanya sinergitas kolaborasi dalam pelaksanaan penguatan penanggulangan ini.

Kami terus memaksimalkan program penanggulangan dengan mulai memetakan target penyebarluasan informasi yang benar dan utuh terkait HIV-AIDS sekaligus melakukan skrining HIV secara mobile ke seluruh individu, tutur Jean lagi.

“Kita harus bicara data ya, karena ini bagian dari komitmen bersama dalam menekan penyebarannya. Kami berharap apa yang Pemerintah Provinsi bersama semua elemen lakukan berhasil dengan tekad, kesungguhan dan komitmen yang tinggi.

Sehingga kedepan kita dapat meningkatkan dan memantapkan langkah dalam menyelamatkan generasi penerus bangsa dari bahaya penularan HIV-AIDS,” tukas alumnus fakultas Kedokteran Unsrat ini.

Sekedar diketahui kasus HIV Aids di Gorontalo dari tahun 2001 hingga Oktober 2024 mencapai 1300 kasus dan tidak menutup kemungkinan setiap tahun mengalami lonjakan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *