Dalam upaya memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai-nilai nasionalisme, serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya toleransi di lingkungan pendidikan, Tim Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri Satgaswil Gorontalo melaksanakan kegiatan edukasi kebangsaan kepada siswa dan guru SMP Negeri 1 Telaga.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Iptu Teguh Pribadi, S.E., bersama Tim Cegah Densus 88 AT Polri Satgaswil Gorontalo. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya pencegahan dini terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme yang berpotensi memengaruhi pola pikir generasi muda, khususnya di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, siswa dan guru diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menghargai perbedaan, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan pendidikan dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang memiliki rasa cinta tanah air, sikap terbuka, dan tanggung jawab terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain memperkuat semangat nasionalisme, edukasi ini juga menekankan pentingnya membangun sikap kritis terhadap berbagai informasi dan konten yang beredar di ruang digital. Para pelajar diharapkan mampu mengenali narasi yang mengandung kebencian, provokasi, maupun ajakan yang bertentangan dengan nilai kebangsaan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Iptu Teguh Pribadi, S.E., bersama tim menekankan bahwa menjaga keutuhan bangsa bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk guru, siswa, orang tua, dan lingkungan sekolah. Guru memiliki peran penting dalam membimbing peserta didik agar mampu menghargai perbedaan pendapat, mengedepankan dialog, serta menyelesaikan persoalan secara damai dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dan guru SMP Negeri 1 Telaga semakin memahami pentingnya nasionalisme, toleransi, dan kewaspadaan terhadap penyebaran paham yang dapat mengancam persatuan. Edukasi kebangsaan tersebut sekaligus menjadi langkah preventif untuk membangun generasi muda yang berkarakter, bijak dalam bermedia digital, serta mampu menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.














