Daerah  

Kota Gorontalo Darurat Sampah, DLH Berdalih Minim Armada

Sampah yang berada di Kelurahan Dulomo, Kecamatan Kota Utara (Foto/Ist)
banner 120x600

POROSRAKYAT.ID – Minimnya kenderaan pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo menyebabkan hampir semua ruas jalan menjadi pembuangan sampah rumah tangga.

Bahkan disudut-sudut kota sampah menggunung yakni di kawasan pasar Sentral, kawasan pertokoan, dan sejumlah perempatan jalan dalam kota.

Dari pantuan awak media, nampak sampah menggunung dibiarkan begitu saja dengan bau menyengat. Sampah tersebut sangat mengganggu kehidupan warga sekitar.

Kota Gorontalo saat ini darurat sampah, sebut sejumlah warga. Tentunya dengan kondisi sampah yang dibiarkan maka ini sudah sangat menggangu kenyamanan warga sekitar.

Menurut warga, mobil pengangkut sampah seminggu sekali mengangkat sampah, biasanya setiap hari, namun sejak 3 bulan terakhir ini, mobil sampah seminggu sekali datang, ungkapnya.

Penumpukan sampah di Kota Gorontalo sudah sangat mengkhwatirkan.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Kebersihan DLH Kota Gorontalo, Anshar Ismail menumpuknya sampah di sejumlah titik dikarenakan minimnya jumlah armada angkutan sampah.

Sehingga menjadi faktor yang memperparah kondisi ini, ungkap Anshar dikutip dari otanaha.id.

Bayangkan dari 50 kelurahan, kami hanya memiliki 20 unit dump truck dan 45 unit kontainer atau bak Arm Roll. Dari semua armada ini, diantaranya mengalami kerusakan dan masih dalam tahap perbaikan.

Dengan keterbatasan ini, sampah yang ada disejumlah titik tidak bisa diangkut seluruhnya. Bahkan, kami sering mengangkut sampah dengan kapasitas melebihi batas maksimal atau over kapasitas,” ungkapnya.

Meski demikian, DLH berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan kebersihan kepada masyarakat.

Sebagai solusi jangka panjang, Anshar mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam mengelola sampah secara mandiri demi mengurangi volume sampah yang harus diangkut setiap harinya.

Dia juga meminta warga agar memanfaatkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang telah tersedia di setiap kecamatan.

Tentunya hal ini bisa mengurangi beban DLH, juga bisa memberikan keuntungan ekonomi dari hasil pengolahan sampah yang dapat didaur ulang,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *