POROSRAKYAT.ID – Kritik tajam dilontarkan Moh. Adrianto terkait pernyataan Kepala Puskesmas Sipatana yang dinilai lebih berupaya menjaga marwah institusi ketimbang memikirkan nasib masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan darurat. Kekecewaan itu mencuat setelah mencuatnya video unggahan akun Facebook Yuriske Duto, yang menuding Puskesmas Sipatana lalai memberikan pelayanan pada seorang pasien dalam kondisi kritis.
Dalam video tersebut, disebutkan bahwa pengemudi ambulans justru sedang bermain voli ketika keluarga pasien meminta layanan cepat. Tragisnya, pasien yang menunggu pertolongan itu kemudian dikabarkan meninggal dunia.
Meski informasi yang beredar menyebutkan bahwa pada saat kejadian Puskesmas Sipatana sedang mengikuti rangkaian lomba dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN), publik menilai euforia kegiatan tersebut tidak semestinya mengalahkan kewajiban utama: menyelamatkan nyawa masyarakat yang membutuhkan bantuan medis. Alih-alih menjadi momen memperkuat komitmen pelayanan, insiden ini justru menjadi preseden buruk yang mencoreng nama Puskesmas Sipatana.
Lebih jauh, sumber lain mengungkapkan bahwa sopir ambulans sebenarnya telah bersiap menuju rumah pasien, namun diduga diminta tetap mengikuti kegiatan HKN oleh pimpinan puskesmas. Informasi ini semakin memperkeruh situasi dan menambah panjang daftar pertanyaan publik mengenai prioritas seorang kepala puskesmas.
“Pernyataan itu sangat memprihatinkan. Bagaimana mungkin keselamatan masyarakat dinomorduakan hanya demi sebuah agenda seremonial?” tegas Moh. Adrianto.
Melalui pernyataan tertulisnya, Adrianto mendesak Dinas Kesehatan Kota Gorontalo untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Puskesmas Sipatana. Ia juga meminta Wali Kota Gorontalo untuk mempertimbangkan pencopotan Kepala Puskesmas Sipatana karena dinilai lalai dan lebih mengutamakan perayaan HKN daripada keselamatan warga.














