Hal itu disampikan oleh salah satu Aktivis Gorontalo, Fikri Abdullah. Ia meminta Bank Mandiri memberikan penjelasan berdasarkan hasil pemeriksaan dan rekam transaksi, termasuk mekanisme terjadinya transaksi yang dipersoalkan.
Fikri mengungkapkan, dugaan kerugian dalam kasus tersebut tidak hanya berasal dari satu laporan. Menurutnya, salah satu laporan mencatat dugaan kerugian sebesar Rp203 juta, sementara empat laporan lainnya telah masuk ke SPKT Polda Gorontalo.
“Untuk satu laporan, dugaan kerugiannya Rp203 juta. Kemudian masih ada empat laporan lainnya yang sudah masuk di SPKT Polda Gorontalo,” ujar Fikri kepada awak media, Minggu (20/9/2026).
Ia menilai persoalan tersebut tidak dapat dianggap sepele karena menyangkut dana nasabah sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap keamanan sistem perbankan.
Fikri meminta Bank Mandiri menjelaskan secara rinci asal akses transaksi, kanal yang digunakan, rekening tujuan, hingga mekanisme autentikasi yang diterapkan dalam transaksi tersebut.
Ia juga menyoroti informasi mengenai dugaan pemberian PIN, buku tabungan, atau kartu ATM kepada pihak yang tidak berwenang.
Menurut Fikri, informasi tersebut harus dibuktikan melalui investigasi. Jika akses nasabah memang pernah diberikan kepada pihak lain, Bank Mandiri juga perlu menjelaskan bagaimana akses tersebut dapat digunakan dan apakah terdapat celah dalam pengawasan internal.
“Bank Mandiri harus menjawab dengan data, bukan sekadar pernyataan. Jangan biarkan nasabah menghadapi persoalan seorang diri ketika yang dipertaruhkan adalah uang dan rasa aman mereka,” tegasnya.
Fikri mendesak proses penelusuran dilakukan secara transparan dan melibatkan pihak berwenang apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
Sementara itu, awak media telah berupaya meminta tanggapan kepada Bank Mandiri Cabang Gorontalo pada Senin (21/9/2026). Namun, pihak bank belum memberikan keterangan resmi karena masih menunggu Kepala Cabang yang disebut sedang tidak berada di kantor.
Upaya konfirmasi kembali dilakukan dengan mendatangi Kantor Cabang Bank Mandiri Gorontalo selama dua hari berturut-turut, Selasa-Rabu (22-23/9/2026). Salah satu petugas bank menyampaikan pimpinan masih sibuk dan tidak berada di kantor.














