POROSRAKYAT.ID – Jalan Andalas, salah satu ruas utama dan paling ramai di Kota Gorontalo, berubah menjadi zona berbahaya setiap malam. Lampu jalan yang mati total selama berbulan-bulan menjadikan kawasan ini gelap gulita, memicu keresahan warga akibat meningkatnya potensi kecelakaan dan kriminalitas.
Kondisi ini bukan sekadar gangguan kenyamanan, tetapi telah menjadi ancaman nyata terhadap keselamatan publik. Sorotan tajam datang dari aktivis mahasiswa Majid Mustaki, yang menilai pemerintah telah abai dalam menjalankan tanggung jawab dasarnya.
“Jalan Andalas bukan jalan kecil. Ini akses vital yang setiap hari dilewati masyarakat. Dalam kondisi gelap seperti ini, nyawa mereka dipertaruhkan. Pemerintah seolah menunggu ada korban dulu baru bertindak,” tegas Majid.
Majid mengecam keras lambannya respon dari pihak terkait. Ia menyebut pemerintah tidak hanya lalai secara teknis, tetapi juga telah gagal memenuhi hak warga atas rasa aman di ruang publik.
“Ini bukan sekadar soal lampu. Ini soal nyawa. Jangan lagi ada saling lempar tanggung jawab antar dinas. Masyarakat butuh solusi, bukan alasan,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam. Isu ini akan dibawa ke ruang-ruang publik, dan jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata dari pemerintah, aksi demonstrasi menjadi opsi serius yang akan diambil.
“Jangan anggap remeh suara rakyat. Kami akan terus mengawal sampai Jalan Andalas kembali terang dan aman bagi semua,” tandas Majid.














