POROSRAKYAT.ID – Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Gorontalo kembali berduka. Tanah ini kehilangan salah satu putra terbaiknya—seorang tokoh yang telah mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan dan pengabdian politik demi kemajuan daerah tercinta.
Prof. Dr. Hi. Rustam Hs Akili, SE., SH., MH, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohala’a (YPDLP) Gorontalo, telah berpulang ke rahmatullah pada Kamis dini hari, 1 Mei 2025 pukul 03.30 WITA, di kediaman beliau di Perumahan Asparaga, Kelurahan Dutulanaa, Kecamatan Limboto.
Almarhum meninggal di usia 61 tahun, setelah berjuang melawan sakit yang telah lama ia derita. Sosok yang begitu dihormati ini meninggalkan jejak pengabdian yang tak ternilai—baik dalam dunia pendidikan sebagai pendiri dan penggerak Universitas Gorontalo, maupun dalam panggung politik sebagai pemimpin yang teguh dan bersahaja.
Jepri Polinggapo, S.AP, salah satu orang kepercayaan almarhum, dengan suara berat mengenang hari-hari terakhir beliau.
“Sejak Pilkada 2024, kondisi kesehatan beliau makin menurun. Tapi semangatnya tak pernah padam. Meski tubuh melemah, pikirannya masih selalu untuk pendidikan dan rakyat,” ucapnya.
Selama masa sakit, almarhum lebih banyak menjalani pemulihan di rumah. Namun semangat juangnya tetap menjadi inspirasi, bahkan di tengah keterbatasan fisik.
Rektor Universitas Gorontalo, Dr. Sofyan Abdullah, SP., MP, tak kuasa menyembunyikan rasa kehilangan mendalam.
“Universitas Gorontalo tumbuh karena ruh perjuangan beliau. Kami bukan hanya kehilangan pendiri, tapi kehilangan ayah, panutan, dan pemimpin sejati,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Prosesi perpisahan terakhir almarhum akan digelar pada pukul 11.00 WITA melalui rapat senat terbuka sebagai bentuk penghormatan akademik. Jenazah akan disalatkan di Masjid Kampus UG dan dimakamkan di kampung halamannya, Desa Bakti, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.
Selamat jalan, Prof. Rustam Hs Akili.
Langit Gorontalo hari ini sedikit lebih sendu, karena kehilangan cahayamu. Tapi namamu akan terus hidup dalam setiap langkah generasi yang engkau bangun, dalam ilmu yang engkau wariskan, dan dalam semangat pengabdianmu yang abadi.
Al-Fatihah.

















