Opini  

Isue Bank Sulut Gorontalo Sebuah Potret Politik Permainan Elite

banner 120x600

POROSRAKYAT.ID – Saya membuat postingan pendek beberapa hari lalu ketika warga sedang memperbincangkan soal Kegagalan Gorontalo masuk pada jajaran elite bank Sulut Gorontalo

Pagi ini saya mengajak semua pihak untuk mengurainya bahwa gonjang-ganjing Bank Sulut itu hanya pintu salah satu permainan elite.

Untuk itu saya perlu memberikan batasan siapa kah elite itu dan seperti apa tabeat dasar elite. Bahwa kata elite itu dikenal sejak abad ke tujuh belas yang disematkan kepada mereka yang berada dipuncak pada sebuah komunitas atau kehidupan sosial dan mereka ini yang selalu disebut sebagai kaum penentu sejarah sebuah warga. 

Dan tabeat dasar itu adalah selalu ingin mempertahankan dan memperluas pengaruhnya di masyarakat.

Pikiran awal ini coba kita gunakan untuk memahami dinamika yang terjadi pada kasus BSG. Bahwa siapakah elite dalam kasus ini, tentu dari kita bisa simpulkan adalah semua pimpinan daerah, yang juga sebagai pemegang saham di BSG.

Ingat ya… Tabeat elite yang paling dasar adalah selalu ingin mempertahan dan memperluas  pengaruhnya.

Pilkada sebagai bukti nyata bahwa semua kepala daerah adalah orang yang berpengaruh dan terpilih didaerahnya masing-masing. 

Kini mereka ingin memperluas pengaruhnya dalam skala lebih besar dan ingin dibuktikan dengan berhasil memenangkan posisi pimpinan di BSG. Karena gagal maka semua mencari kambing hitam bahwa bukan pimpinan kabupaten dan kota yang gagal tapi Gusnar Ismail sebagai Gubernur Gorontalo.

Kegagalan Gusnar ingin dibangun sebuah stigma politik negatif bukan orang yang punya pengaruh ditingkat regional dan ini tidak menguntungkan Gorontalo.

Ujung permainan ini masih jauh yaitu pemilu 2029, dan ini baru awal  permainan elite.

Saya menduga saja bahwa dibalik pernyataan sikap walikota Adhan tentu bukan pernyataan yang lahir dari ruang yang hampa, biasanya dibalik itu ada sebuah langkah politik salah satu elite untuk membangun kekuatan baru yang dipersiapkan untuk pemilu 2029, artinya dalam hal ini bung Adhan tidak sendiri, mengapa memilih figur walikota Adhan karena yang mempunyai sikap terbuka dan agresivitas politik yang dasyat,  sehingga terjadi azas manfaat yaitu siapa menggunakan siapa? Dan ini biasanya sangat menarik pembicaraan di rumah rumah kopi.

Terlintas saya membaca di media online bahwa partai Gerindra akan menghitung ulang atau menarik dukungan pada Gubernur Gusnar, maka saya mengambil kesimpulan sementara bahwa konflik ini muncul karena ada kepentingan Gerindra yang tidak terakomodir. Dan ini sangat memukul atau memalukan elite Gerindra karena dianggap tidak kuat pengaruhnya bukan hanya dimata kader tapi juga dimata elite gerindra jakarta.

Rumus sederhana dan paling jadul dalam politik praktis adalah sikap mutung atau ngambek dari elite Gerindra akan menguntungkan elite partai lain, artinya Gerindra tereliminasi secara alamiah dalam permainan elite menyongsong Pilgub.

Dan ini adalah bibit baru untuk membangun koalisi kedepan dalam rangka menjadi lawan politik Gusnar, siapa elitenya adalah Gerindra dan walikota Adhan.

Sebenarnya yang punya kepentingan yang sama Ingin memperluas pengaruh politik ditingkat provinsi dapat dipastikan semua kepala daerah tapi wakikota Adhan mengambil posisi sejak awal sebagai kompetitor politik Gusnar, dan yang lain hanya menunggu karena memang gaya yang berbeda saja, tapi tabeat dasar adalah sama hanya soal gaya.

Itulah sebabnya sejak awal saya mengatakan bahwa isue bank Sulut hanya permainan elite yang tidak berguna bagi rakyat di pasar sentral, disawah dan pesisir pantai.

Kemudian hadirnya seorang juru bicara Gubernur Gusnar  yang secara natural memberikan pernyataan keras kepada Walikota Adhan, bisa dimaknai secara politik sebagai orang yang beruntung secara tidak sengaja alias ketidaktahuannya  mengantarkan dirinya sebagai bagian permainan elite.

Jika Gubernur Gusnar yang tidak mempunyai gaya agresif seperti Walikota Adhan maka jubir yang agresif sangat diperlukan untuk mengahadapi gaya politik Adhan dambea.

Yang pasti bahwa permainan sudah dimulai dan Adhan menang start duluan.

Demikian catatan pagi ini dari daerah pegunaan yang sejuk di Jawa Barat 

Penulis : Agung Mozin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *