Daerah  

Membangkitkan Kesadaran dan Merangkul Toleransi, Tim Cegah Satgaswil Gorontalo Densus 88 AT Polri Edukasi 354 Siswa SMP Negeri 2 Kota Gorontalo dalam MPLS Ramah 2026

banner 120x600

Dalam upaya membangun karakter generasi muda yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan, Tim Cegah Satgaswil Gorontalo Densus 88 Anti Teror Mabes Polri memberikan materi dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 di SMP Negeri 2 Kota Gorontalo, yang diikuti oleh 354 siswa dan siswi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Densus 88 AT Polri melalui pendekatan pencegahan untuk menanamkan pemahaman kepada para pelajar tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme berbasis kekerasan.

Dalam penyampaiannya, Tim Cegah Satgaswil Gorontalo mengajak seluruh peserta didik untuk menjadikan sekolah sebagai ruang yang aman, nyaman, dan inklusif bagi setiap warga sekolah tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras, maupun budaya. Para siswa juga didorong untuk membangun sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog dan semangat kebersamaan.

Materi yang disampaikan dikemas secara komunikatif dan interaktif sehingga mudah dipahami oleh para peserta. Selain membahas pentingnya toleransi, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai cara mengenali informasi yang menyesatkan, bijak dalam menggunakan media sosial, serta pentingnya berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun propaganda yang mengarah pada paham ekstrem.

Antusiasme para siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti sesi diskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait kehidupan bermasyarakat, nilai-nilai kebangsaan, serta peran generasi muda dalam menjaga persatuan Indonesia.

Melalui kegiatan MPLS Ramah 2026 ini, diharapkan para siswa SMP Negeri 2 Kota Gorontalo mampu menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, cinta tanah air, menjunjung tinggi nilai toleransi, serta menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang damai, harmonis, dan bebas dari pengaruh paham intoleransi, radikalisme, maupun ekstremisme berbasis kekerasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *