Dalam upaya memperkuat wawasan kebangsaan serta meningkatkan kewaspadaan generasi muda terhadap berbagai ancaman ideologi dan konten negatif di ruang digital, Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo berkolaborasi dengan Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo melaksanakan kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di MTsN 1 Kota Gorontalo.
Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 75 peserta yang terdiri atas guru dan siswa-siswi MTsN 1 Kota Gorontalo. Sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan tujuan memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan, toleransi, serta meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahaya penyebaran paham IRET yang dapat memengaruhi cara berpikir generasi muda melalui berbagai media, termasuk platform digital. Para peserta juga diberikan edukasi mengenai maraknya penyebaran konten True Crime Community yang berpotensi memicu ketertarikan terhadap tindakan kriminal, menumbuhkan sikap apatis, hingga memengaruhi kesehatan mental apabila dikonsumsi tanpa pendampingan dan pemahaman yang tepat.
Selain itu, materi juga membahas mengenai ancaman NVE (Nihilistic Violent Extremism)/Nihilistic, yaitu paham yang mendorong individu untuk menolak nilai-nilai sosial, moral, dan kemanusiaan, serta berpotensi mengarah pada tindakan kekerasan. Para siswa diingatkan agar lebih selektif dalam mengakses informasi di media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang mengandung unsur kebencian, provokasi, maupun ajakan yang bertentangan dengan hukum dan nilai-nilai Pancasila.
Melalui kegiatan ini, Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo bersama Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo berharap para guru dapat menjadi mitra dalam melakukan deteksi dini terhadap perubahan perilaku peserta didik, sementara para pelajar diharapkan mampu menjadi agen perdamaian dengan mengedepankan semangat persatuan, toleransi, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif. Antusiasme para peserta menunjukkan tingginya kepedulian terhadap pentingnya menjaga ketahanan ideologi bangsa serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan terbebas dari pengaruh paham radikal, ekstremisme, maupun konten digital yang dapat memberikan dampak negatif bagi generasi muda.












