Dugaan intimidasi dan tindakan kekerasan oleh oknum terhadap tenaga kesehatan (nakes) di RS Sitti Khadijah Gorontalo mendapat kecaman keras dari Forum Gerakan Aliansi Kesehatan Gorontalo.
Sekretaris Jenderal Forum Gerakan Aliansi Kesehatan Gorontalo, Farel, menegaskan bahwa rumah sakit harus menjadi ruang yang aman bagi pasien, keluarga pasien, dan tenaga kesehatan. Ketidakpuasan terhadap pelayanan merupakan hak masyarakat untuk disampaikan, tetapi tidak dapat menjadi alasan untuk melakukan intimidasi maupun kekerasan.
“Kami mengecam keras segala bentuk intimidasi dan kekerasan terhadap tenaga kesehatan. Jika ada persoalan pelayanan, gunakan mekanisme pengaduan dan penyelesaian yang tersedia. Kritik silakan, evaluasi wajib, tetapi kekerasan bukan jalan penyelesaian,” tegas Farel.
Menurutnya, masyarakat dan tenaga kesehatan tidak seharusnya ditempatkan dalam posisi berseberangan. Keduanya memiliki kepentingan yang sama, yakni memastikan pelayanan kesehatan berjalan aman, profesional, dan manusiawi.
Farel menegaskan bahwa Forum Gerakan Aliansi Kesehatan Gorontalo akan mengawal dan membela tenaga kesehatan ketika menghadapi intimidasi maupun kekerasan. Di sisi lain, Forum juga berkomitmen menjaga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), termasuk RS Sitti Khadijah, agar tetap menjadi institusi pelayanan kesehatan yang profesional dan berorientasi pada kemanusiaan.
“Kami akan mengawal persoalan ini. Tenaga kesehatan harus mendapatkan perlindungan agar dapat bekerja tanpa rasa takut. Pada saat yang sama, Amal Usaha Muhammadiyah juga harus kita jaga. Membela nakes dan menjaga AUM bukan berarti menutup ruang kritik. Jika ada dugaan kesalahan pelayanan, mari kita tabayyun, evaluasi, dan selesaikan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
Sebagai kader Muhammadiyah, Farel menekankan bahwa semangat amar ma’ruf nahi munkar harus berjalan bersama akhlak, tabayyun, kemanusiaan, dan penghormatan terhadap hukum.
“Kita ingin rumah sakit menjadi tempat orang mencari pertolongan, bukan tempat seseorang merasa terancam. Kita bela tenaga kesehatan, kita jaga Amal Usaha Muhammadiyah, dan kita tetap membuka ruang kritik yang konstruktif,” pungkasnya.














