Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Provinsi Gorontalo menggelar Diskusi Kedaerahan bertajuk “Menggali Jejak Syarikat Islam di Gorontalo: Inspirasi dan Komitmen Kader SEMMI untuk Generasi Muda” sebagai ikhtiar memperkuat wawasan sejarah, ideologi, dan semangat perjuangan kader dalam menghadapi dinamika zaman.
Kegiatan yang berlangsung penuh antusias ini menghadirkan dua narasumber, yakni Wakil Presiden Syarikat Islam Abdul Wahab Suneth dan Ketua Wilayah Syarikat Islam Drs. Ridwan Monoarfa. Diskusi diikuti kader SEMMI, mahasiswa, serta pemuda dari berbagai daerah di Gorontalo.
Dalam pemaparannya, Ridwan Monoarfa mengulas perjalanan perjuangan H.O.S. Tjokroaminoto sebagai salah satu tokoh besar pergerakan nasional yang meletakkan fondasi kebangkitan umat, pendidikan politik, serta semangat kemandirian bangsa. Menurutnya, nilai-nilai perjuangan Tjokroaminoto tetap relevan untuk dijadikan pedoman dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas, berakhlak, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Perjuangan Cokroaminoto bukan hanya menjadi bagian dari sejarah bangsa, tetapi juga warisan nilai yang harus terus dihidupkan. Generasi muda harus mampu menjadi pelopor perubahan dengan tetap berpegang pada nilai keislaman, kebangsaan, dan keadilan sosial,” tegas Ridwan.
Sementara itu, Wakil Presiden Syarikat Islam Abdul Wahab Suneth memaparkan jejak sejarah Syarikat Islam di Gorontalo yang memiliki kontribusi penting dalam membangun kesadaran keumatan, pendidikan, serta perjuangan sosial masyarakat. Menurutnya, sejarah tersebut bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber inspirasi yang harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata oleh kader SEMMI.
Ia menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan masa perjuangan terdahulu. Karena itu, kader SEMMI dituntut tidak hanya memahami sejarah organisasi, tetapi juga mampu mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangan Syarikat Islam melalui pengabdian yang nyata kepada masyarakat, daerah, dan bangsa.
Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan serta pandangan mengenai berbagai isu strategis, mulai dari penguatan ideologi, kepemimpinan, pembangunan sumber daya manusia, hingga peran pemuda dalam menjawab tantangan pembangunan daerah di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.
Ketua Wilayah SEMMI Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk membangun kader yang memiliki fondasi intelektual, ideologis, dan moral yang kuat. Menurutnya, memahami sejarah perjuangan Syarikat Islam merupakan langkah penting dalam melahirkan pemimpin muda yang mampu menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan daerah dan bangsa.
Melalui Diskusi Kedaerahan ini, SEMMI Provinsi Gorontalo berharap lahir generasi muda yang tidak tercerabut dari akar sejarah perjuangan bangsa. Semangat perjuangan Syarikat Islam diharapkan terus menjadi inspirasi dalam membentuk kader yang kritis, berintegritas, serta memiliki komitmen kuat untuk mengabdi kepada umat, daerah, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.














