Tak Menunggu Batas Waktu, RSUD Toto Kabila Perkuat Persiapan Akreditasi Setiap Kamis

banner 120x600

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Toto Kabila memilih untuk tidak menunggu mendekati batas waktu dalam mempersiapkan proses akreditasi. Sejak dini, berbagai persiapan terus dimatangkan melalui evaluasi rutin yang dilaksanakan setiap hari Kamis.

Rapat mingguan tersebut menjadi ruang evaluasi bagi masing-masing Kelompok Kerja (Pokja) untuk menyampaikan perkembangan, membahas hasil pekerjaan, mengidentifikasi kekurangan, serta memastikan setiap catatan dapat segera ditindaklanjuti.

Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Toto Kabila, dr. Milyadi, turut berperan dalam proses koordinasi evaluasi persiapan akreditasi tersebut. Melalui pertemuan rutin, koordinasi antar-Pokja terus diperkuat agar seluruh tahapan persiapan dapat berjalan secara terarah dan terukur.

Konsistensi rapat setiap Kamis menjadi bagian dari strategi RSUD Toto Kabila dalam memanfaatkan waktu yang masih tersedia secara optimal. Setiap pekan menjadi kesempatan untuk melihat progres sekaligus melakukan pembenahan terhadap hal-hal yang masih perlu disempurnakan.

Persiapan yang dilakukan secara bertahap tersebut membuat proses menuju akreditasi tidak hanya berorientasi pada penyelesaian dokumen, tetapi juga pada kesiapan penerapan standar dalam pelayanan rumah sakit.

Evaluasi rutin juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antar-Pokja. Setiap unit didorong untuk memahami target masing-masing dan memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan.

Bagi RSUD Toto Kabila, akreditasi bukan sekadar agenda yang harus dilewati, melainkan momentum untuk memperkuat budaya mutu, keselamatan pasien, tata kelola, dan kualitas pelayanan.

Dengan waktu yang masih tersedia, rumah sakit terus melakukan pembenahan secara bertahap. Dari Kamis ke Kamis, progres dievaluasi, kekurangan diperbaiki, dan persiapan terus dimatangkan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen RSUD Toto Kabila untuk menghadapi proses akreditasi dengan persiapan yang lebih terukur sekaligus menjadikan peningkatan mutu pelayanan sebagai proses yang berkelanjutan.

Penulis: Majid Mustaki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *