Pemerintah Kota Gorontalo bersama Satgaswil Gorontalo dan Densus 88 Anti Teror Polri menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film Tanah Runtuh sebagai bagian dari upaya memperkuat edukasi pencegahan radikalisme, intoleransi, dan ekstremisme berbasis kekerasan di tengah masyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh unsur pemerintah, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, pemuda, serta berbagai elemen masyarakat sebagai wadah refleksi bersama atas pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman.
Film Tanah Runtuh mengangkat kisah yang berlatar pascakonflik komunal di Poso pada tahun 2006. Melalui alur cerita yang sarat nilai kemanusiaan, film tersebut menggambarkan dampak panjang konflik terhadap kehidupan masyarakat, sekaligus menyampaikan pesan bahwa perdamaian, rekonsiliasi, dan saling menghormati merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan yang harmonis.
Melalui pendekatan edukatif seperti pemutaran film, peserta diajak memahami bahwa penyebaran paham radikal, intoleransi, serta provokasi yang memecah belah masyarakat dapat menimbulkan konflik sosial yang merugikan semua pihak. Oleh karena itu, penguatan wawasan kebangsaan, nilai toleransi, dan semangat persatuan menjadi tanggung jawab bersama.
Kolaborasi antara Pemerintah Kota Gorontalo, Satgaswil Gorontalo, dan Densus 88 Anti Teror Polri menunjukkan bahwa upaya pencegahan radikalisme tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan lunak (soft approach) berupa edukasi, literasi kebangsaan, dan penguatan ketahanan masyarakat terhadap pengaruh paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengambil pelajaran dari pengalaman konflik yang pernah terjadi di Poso, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh narasi kebencian, provokasi, maupun ideologi kekerasan yang dapat mengancam persatuan bangsa.
Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, kegiatan nobar Tanah Runtuh diharapkan menjadi media pembelajaran yang membangun kesadaran kolektif untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta mewujudkan Indonesia yang damai, aman, dan bersatu.














