SEMMI Gorontalo Apresiasi Kolaborasi Pemkot, Satgaswil dan Densus 88 AT dalam Edukasi Kebangsaan

banner 120x600

Ketua Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Gorontalo, Firgiyawan Mustaki, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan nonton bareng (nobar) film Tanah Runtuh yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Gorontalo, Satgaswil Gorontalo, dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri di Gorontalo XXI.

Menurut Firgiyawan, pendekatan edukasi melalui media film merupakan instrumen yang efektif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan persatuan bangsa. Ia menilai narasi visual memiliki kekuatan untuk menghadirkan refleksi yang lebih mendalam dibandingkan sekadar penyampaian materi secara konvensional.

“Film Tanah Runtuh bukan sekadar karya sinematik, tetapi juga menjadi ruang refleksi sosial atas dampak konflik yang pernah terjadi di Poso pada tahun 2006. Film ini mengingatkan kita bahwa setiap konflik selalu menyisakan luka kemanusiaan, sehingga penyelesaiannya harus berlandaskan dialog, rekonsiliasi, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Firgiyawan.

Ia menegaskan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk membangun budaya damai di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. Oleh karena itu, penguatan literasi kebangsaan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan aparat negara.

“Ketahanan bangsa tidak hanya dibangun melalui aspek keamanan, tetapi juga melalui penguatan kesadaran masyarakat terhadap nilai kebangsaan, moderasi, dan kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang mengandung kebencian, intoleransi, maupun kekerasan,” tegasnya.

Firgiyawan berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi preventif dalam memperkuat kohesi sosial dan memperluas ruang dialog di tengah masyarakat.

“SEMMI Gorontalo memandang bahwa membangun perdamaian bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Sinergi yang terbangun melalui kegiatan seperti ini merupakan investasi sosial yang penting untuk menjaga persatuan, memperkuat integrasi nasional, dan mewujudkan Indonesia yang damai, inklusif, serta berkeadaban,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *