Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo melaksanakan kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di SMK Negeri 3 Kota Gorontalo, yang diikuti kurang lebih 1.250 peserta terdiri dari guru dan siswa-siswi.
Dalam kegiatan tersebut, Iptu Teguh Pribadi, S.E. turut menyampaikan materi terkait pentingnya penguatan wawasan kebangsaan sekaligus memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai bahaya paham IRET yang dapat memengaruhi pola pikir generasi muda serta berpotensi mengganggu persatuan dan keutuhan bangsa.
Iptu Teguh menekankan bahwa lingkungan pendidikan memiliki posisi penting dalam membangun ketahanan ideologi generasi muda. Para siswa diharapkan mampu mengenali berbagai bentuk narasi yang dapat mengarah pada sikap intoleran, radikal, ekstrem, maupun tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial membuat informasi dapat diterima dengan sangat cepat. Karena itu, pelajar harus memiliki kemampuan untuk menyaring informasi, tidak mudah terprovokasi, serta tidak menerima begitu saja setiap narasi yang beredar di ruang digital.
“Generasi muda harus memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh paham atau narasi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan keutuhan NKRI,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan sosialisasi berlangsung sebagai bagian dari upaya pencegahan dan edukasi dini kepada generasi muda. Para peserta juga diajak untuk memperkuat semangat persatuan, toleransi, serta kecintaan terhadap tanah air.
Dengan melibatkan sekitar 1.250 guru dan siswa, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai pentingnya menjaga ideologi Pancasila sekaligus membangun lingkungan sekolah yang kondusif, toleran, dan berorientasi pada persatuan bangsa.
Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo terus mendorong penguatan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan nasional dan masa depan NKRI.














