Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) sukses diselenggarakan di Kota Makassar melalui kolaborasi Diklat RSUD ODSK Manado bersama One Emergency. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi, keterampilan, dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan.
Pelatihan BTCLS dirancang untuk memberikan penguatan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis kepada peserta dalam menghadapi kondisi trauma maupun kegawatdaruratan kardiovaskular yang membutuhkan respons cepat dan tepat.
Dalam rangkaian pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga mengikuti berbagai praktik dan simulasi penanganan kasus kegawatdaruratan. Melalui metode tersebut, peserta dilatih untuk mampu melakukan penilaian kondisi pasien, menentukan tindakan prioritas, serta memberikan pertolongan sesuai prosedur dan kompetensi yang dimiliki.
Antusiasme peserta terlihat selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Praktik dan simulasi menjadi bagian penting dalam pelatihan karena memberikan pengalaman kepada peserta untuk menghadapi berbagai skenario emergency yang dapat terjadi di lingkungan pelayanan kesehatan maupun masyarakat.
Kolaborasi antara Diklat RSUD ODSK Manado dan One Emergency diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan. Tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kegawatdaruratan dinilai memiliki peran penting dalam memastikan pasien mendapatkan pertolongan secara cepat dan tepat, terutama pada kondisi yang mengancam keselamatan jiwa.
Salah satu fasilitator andalan One Emergency, Ns. Attar Nusi, mengatakan bahwa kompetensi tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi emergency merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas.
“Tenaga kesehatan yang kompeten, tanggap, dan siap menghadapi kegawatdaruratan merupakan bagian penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas,” ujar Ns. Attar Nusi.
Menurutnya, pelatihan BTCLS tidak seharusnya hanya dipandang sebagai kegiatan untuk memperoleh pengetahuan atau sertifikasi, tetapi juga sebagai proses pembentukan kesiapan tenaga kesehatan dalam memberikan respons ketika berhadapan dengan pasien dalam kondisi kritis.
Pelatihan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam menerapkan keterampilan kegawatdaruratan di tempat kerja. Dengan pembekalan teori dan praktik yang diperoleh selama pelatihan, peserta diharapkan mampu memberikan respons awal secara sistematis sebelum pasien mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Diklat RSUD ODSK Manado bersama One Emergency menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kapasitas dan profesionalisme tenaga kesehatan melalui program pendidikan dan pelatihan kegawatdaruratan yang berkualitas.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam membangun tenaga kesehatan yang profesional, terampil, responsif, dan memiliki kesiapan menghadapi kondisi kegawatdaruratan.














