Mahasiswa KKN-PK UNG Ajak Keluarga Jadi Garda Terdepan Cegah Stunting Melalui Program Sahabat Gizi Kit

banner 120x600

POROSRAKYAT.ID – Upaya mencegah stunting tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan. Peran keluarga menjadi salah satu kunci penting untuk memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi sejak awal kehidupan.

Pesan itulah yang dibawa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Non Reguler Tahun 2026 melalui program Sahabat Gizi Kit: Edukasi Gizi Berbasis Keluarga untuk Mencegah Stunting Sejak Kehamilan Sampai Balita.

Program tersebut digelar di Kantor Desa Bube, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, pada 6 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita.

Berbeda dari sosialisasi kesehatan yang hanya bertumpu pada penyampaian materi, Sahabat Gizi Kit dirancang dengan pendekatan yang lebih dekat dengan keluarga. Masyarakat tidak hanya diajak mendengar, tetapi juga berinteraksi langsung melalui berbagai media edukasi yang mudah dipahami.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Puskesmas Suwawa dan Kepala Desa Bube. Pelaksanaan program juga mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ns. Mihrawaty S. Antu, S.Kep., M.Kep.

Kehadiran unsur pemerintah desa, puskesmas, dosen pembimbing, mahasiswa, serta keluarga sasaran menunjukkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan kerja bersama. Sebab, persoalan gizi tidak berhenti di ruang pelayanan kesehatan, tetapi sangat berkaitan dengan kebiasaan dan pola asuh yang berlangsung setiap hari di lingkungan keluarga.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa memperkenalkan sejumlah media edukasi yang menjadi bagian dari Sahabat Gizi Kit. Di antaranya Puzzle Nutrisi Ibu Hamil, Flashcard ASI Eksklusif, Kalender Imunisasi, serta Poster Isi Piringku dan MP-ASI.

Media tersebut digunakan untuk menjelaskan berbagai hal penting, mulai dari pemenuhan kebutuhan gizi ibu selama kehamilan, manfaat ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI), penerapan pola makan bergizi seimbang, hingga pentingnya imunisasi bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Penggunaan media interaktif membuat edukasi kesehatan berlangsung lebih komunikatif. Informasi yang terkadang terasa rumit disajikan dalam bentuk yang lebih sederhana sehingga keluarga sasaran diharapkan dapat memahami dan mengingat pesan-pesan kesehatan dengan lebih mudah.

Namun, mahasiswa tidak ingin program tersebut berhenti setelah kegiatan sosialisasi selesai. Untuk memastikan pengetahuan yang diberikan benar-benar dapat diterapkan, Sahabat Gizi Kit dilanjutkan dengan pendampingan keluarga sasaran selama dua minggu.

Dalam masa pendampingan, mahasiswa memberikan penguatan sekaligus memantau penerapan pengetahuan yang telah diperoleh keluarga. Edukasi diarahkan pada kebiasaan sehari-hari, seperti pola makan sehat, pemenuhan kebutuhan gizi, pemberian ASI dan MP-ASI, serta pemanfaatan informasi imunisasi sesuai kebutuhan anak.

Langkah tersebut menjadi penting karena pencegahan stunting bukan pekerjaan sesaat. Upaya tersebut membutuhkan perhatian dan konsistensi sejak masa kehamilan, berlanjut pada masa bayi, hingga anak memasuki periode balita.

Melalui Sahabat Gizi Kit, mahasiswa KKN-PK UNG berupaya menanamkan pemahaman bahwa keluarga merupakan garda terdepan dalam membangun generasi yang sehat. Pengetahuan yang dimiliki orang tua dan anggota keluarga diharapkan tidak sekadar menjadi informasi, tetapi berubah menjadi kebiasaan yang diterapkan setiap hari.

Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, puskesmas, DPL, dan keluarga sasaran pun menjadi kekuatan utama program tersebut. Sinergi itu diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Bube sekaligus mendorong tumbuhnya perilaku hidup sehat yang dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

Bagi mahasiswa, kehadiran di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan program KKN. Lebih dari itu, menjadi kesempatan untuk menerjemahkan ilmu kesehatan yang diperoleh di bangku pendidikan menjadi aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Sementara bagi keluarga, Sahabat Gizi Kit diharapkan menjadi pengingat bahwa pencegahan stunting dapat dimulai dari langkah sederhana di rumah—dari makanan yang dikonsumsi, pola asuh yang diberikan, hingga perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan.

Penulis: RedaksiEditor: Majid Mustaki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *