POROSRAKYAT.ID – Lonjakan Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Gorontalo menuai sorotan tajam dari aktivis kesehatan, Farel Novriyanto W. Kahar.
Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi di tingkat provinsi.
Prevalensi HIV/AIDS tercatat total pengidap HIV AIDS di Kabupaten Gorontalo berjumlah 256 orang, mayoritas adalah laki-laki dengan jumlah 208 orang, sedangkan 48 orang lainnya adalah perempuan.
Ia menambahkan bahwa kasus HIV/AIDS telah ditemukan di seluruh kecamatan di wilayah tersebut. “Kecamatan Limboto adalah episentrum terbesar pengidap HIV AIDS berada dengan jumlah 63 orang,” paparnya.
Fakta ini memunculkan kekhawatiran serius terkait efektivitas program pencegahan dan penanganan penyakit tersebut. Ungkap “Ex Presiden BEM UMGO”
Dalam pernyataan resminya, Farel menyebut tingginya angka kasus sebagai “alarm kegagalan sistematis” dalam penanganan isu kesehatan seksual dan reproduksi.
Ia menilai bahwa kurangnya edukasi di akar rumput, lemahnya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, serta masih kuatnya stigma terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS), menjadi faktor utama yang memperparah situasi.
“Jika kita masih menemukan warga yang takut memeriksakan diri karena malu atau takut dikucilkan, itu artinya kita belum berhasil membangun lingkungan yang peduli dan aman,” ujar Farel, Selasa (29/4/25).
Ia juga menyayangkan minimnya keterlibatan generasi muda dalam kampanye pencegahan HIV/AIDS.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu menggandeng lebih banyak komunitas dan organisasi pemuda untuk menyebarkan informasi yang benar dan memperkuat program penyuluhan ke sekolah, kampus, hingga desa-desa terpencil.
Farel mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo untuk segera memperbarui strategi penanganan HIV/AIDS dengan pendekatan yang lebih progresif dan inklusif.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan angka dan laporan di atas meja. Yang dibutuhkan adalah aksi nyata di lapangan. Jangan tunggu sampai situasinya tak terkendali,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Farel mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi HIV/AIDS, bukan dengan stigma, tetapi dengan pengetahuan, empati, dan kolaborasi.

















