Aliansi Masyarakat Bone Bolango Mendesak Penyelidikan Terhadap Wakil Bupati Dan Anto Atas Dugaan KKN

banner 120x600

POROSRAKYAT.ID – Suara rakyat kembali menggema di Bone Bolango. Puluhan massa dari Aliansi Masyarakat Bone Bolango turun ke jalan, menuntut keadilan atas dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang menyeret nama Wakil Bupati Bone Bolango bersama seorang rekan berinisial A alias Anto.

Aksi yang berlangsung di beberapa titik penting—mulai dari Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Kejaksaan Negeri Bone Bolango, DPRD Bone Bolango, hingga Mapolres Bone Bolango—menjadi simbol kemarahan publik terhadap aroma penyalahgunaan kekuasaan di tubuh pemerintahan daerah.

Dalam orasinya, Jenderal Lapangan Dewa Diko, SH, dengan lantang menyuarakan keresahan masyarakat yang menilai hukum seolah kehilangan taringnya ketika berhadapan dengan kekuasaan.

“Rakyat tidak butuh janji, rakyat butuh tindakan! Jangan biarkan keadilan hanya berhenti di spanduk dan pidato,” tegas Dewa disambut pekikan dukungan massa.

Ia menilai dugaan keterlibatan pejabat daerah ini memperlihatkan adanya praktik penyimpangan yang terstruktur dan merugikan masyarakat Bone Bolango secara luas. Karena itu, aparat penegak hukum diminta segera bertindak tanpa pandang bulu.

Sementara itu, Andika Wijaya, salah satu orator aksi, menegaskan bahwa kasus ini bukan hanya soal hukum, tetapi juga soal hati nurani dan moralitas kekuasaan.

“Korupsi adalah pengkhianatan terhadap rakyat. Setiap rupiah yang diselewengkan adalah harapan warga yang dirampas,” ujar Andika dalam orasinya yang menggugah.

Ia menambahkan, Bone Bolango membutuhkan pemimpin yang bersih, berani, dan jujur dalam menjalankan amanah. Rakyat, katanya, tidak lagi ingin dipimpin oleh mereka yang memperkaya diri di atas penderitaan publik.

Bagi massa aksi, perjuangan mereka bukan sekadar teriakan di jalan. Ini adalah bentuk perlawanan terhadap sistem yang membiarkan keadilan berjalan pincang.

“Kami akan terus mengawal kasus ini. Siapa pun yang bermain di balik kekuasaan, harus berani mempertanggungjawabkan perbuatannya,” seru Dewa menutup orasinya.

Aksi damai tersebut berlangsung kondusif di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian. Namun semangat massa tetap membara—mereka berikrar tidak akan berhenti sampai kebenaran terungkap dan pelaku korupsi dihukum setimpal.

“Bone Bolango bukan milik segelintir orang, tapi milik seluruh rakyat yang mendamba pemerintahan bersih dan bermartabat,” tulis salah satu spanduk besar di tengah lautan massa.

Penulis: Majid Mustaki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *