Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Erwinsyah Ismail, S.I.Kom., M.I.Kom., memberikan materi dalam kegiatan Advanced Cardiac Life Support (ACLS) for Doctor yang diselenggarakan oleh One Emergency pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 09.00 WITA, bertempat di ACC – Azlea Convention Centre, Gorontalo.
Dalam kegiatan tersebut, Erwinsyah Ismail membawakan materi bertema “Rencana Tindak Lanjut (RTL): Sinergitas antara Pemerintahan, Tenaga Medis, dan Tenaga Kesehatan dalam Meningkatkan Kualitas Pelatihan dan Pelayanan Masyarakat.”
Materi ini menekankan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah, tenaga medis, dan tenaga kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. Kolaborasi lintas sektor dinilai memiliki peran penting dalam memastikan pelatihan kegawatdaruratan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dalam konteks pelatihan ACLS, kemampuan tenaga medis dalam menangani kondisi kegawatdaruratan jantung membutuhkan dukungan kompetensi klinis, koordinasi tim yang efektif, komunikasi yang terarah, serta kesiapan fasilitas dan sistem pelayanan. Oleh karena itu, rencana tindak lanjut setelah pelatihan menjadi aspek penting untuk memastikan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara optimal di lingkungan kerja masing-masing.
Erwinsyah juga mengangkat pentingnya peran pemerintah dalam mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui kebijakan, fasilitasi pelatihan berkelanjutan, serta penguatan koordinasi dengan institusi pelayanan kesehatan dan penyelenggara pelatihan. Dengan demikian, pengembangan kompetensi tenaga kesehatan dapat berjalan secara berkesinambungan dan selaras dengan kebutuhan pelayanan di lapangan.
Keterlibatan unsur legislatif dalam forum pengembangan kompetensi kesehatan juga menjadi ruang untuk memperkuat perhatian terhadap kebutuhan tenaga kesehatan, termasuk peningkatan kualitas pelatihan, dukungan sarana dan prasarana, serta penguatan sistem pelayanan kegawatdaruratan.
Melalui materi tersebut, peserta diharapkan dapat menyusun rencana tindak lanjut yang konkret, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan. Sinergi antara pemerintah, tenaga medis, tenaga kesehatan, dan institusi terkait diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan serta meningkatkan keselamatan pasien.
Kegiatan ACLS for Doctor yang diselenggarakan One Emergency ini menjadi salah satu ruang pengembangan kompetensi profesional bagi dokter, sekaligus mendorong terbentuknya kolaborasi yang lebih kuat dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan pelatihan kegawatdaruratan tidak hanya ditentukan oleh materi yang disampaikan selama kegiatan, tetapi juga oleh konsistensi penerapan kompetensi, evaluasi berkelanjutan, dan komitmen bersama untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, responsif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.














