Post ADS

Dekan FOK UNG Hadiri Penerimaan Mahasiswa Ners di RSJ Ratumbuysang

banner 120x600

POROSRAKYAT.ID – Udara pagi di Kota Manado terasa hangat oleh semangat dan harapan saat rombongan mahasiswa profesi Ners Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tiba di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ratumbuysang. Mereka datang bukan hanya membawa perlengkapan praktik dan buku catatan, tetapi juga tekad, dedikasi, dan kepedulian yang tulus untuk belajar dan melayani.

Didampingi langsung oleh Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) UNG, Dr. Hartono Hadjarati, M.Pd., momen ini menjadi langkah penting dalam perjalanan mereka menuju gelar sebagai perawat profesional. Kehadiran Dekan secara langsung bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk nyata dukungan moral dan akademik dari pimpinan fakultas terhadap para mahasiswa yang akan menghadapi dunia nyata keperawatan jiwa.

Example 500x400

Dalam arahannya yang inspiratif, Dr. Hartono menegaskan bahwa praktik di rumah sakit jiwa tidak hanya menuntut kecakapan ilmu, tetapi juga ketulusan empati dan keberanian dalam menghadapi dinamika psikologis pasien.

“Kehadiran kami secara langsung hari ini merupakan wujud perhatian dan dukungan penuh dari fakultas. Praktik ini bukan hanya kesempatan belajar, tetapi juga momentum untuk menunjukkan jati diri sebagai calon perawat yang berkarakter dan profesional. Jaga sikap, jaga nama baik institusi, dan berikan pelayanan terbaik kepada pasien dengan sepenuh hati,” tegas Dr. Hartono.

Kehadiran Dekan dalam momen penerimaan ini menyiratkan lebih dari sekadar seremoni pelepasan—ini adalah bentuk komitmen penuh bahwa fakultas selalu hadir mengawal proses pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa. Ia pun mengajak seluruh peserta praktik untuk menjadi duta kebaikan, menjunjung tinggi etika, dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap tindakan mereka.

Pihak RSJRatumbuysang menyambut hangat kehadiran mahasiswa dan dosen UNG, serta menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin dengan baik selama ini. Kolaborasi ini dinilai sebagai kontribusi nyata dalam pengembangan SDM kesehatan yang humanis dan profesional.

Praktik klinik di RSJ ini akan menjadi arena pembelajaran sesungguhnya—bukan sekadar soal diagnosis dan intervensi medis, tetapi juga tentang menjadi pribadi yang sabar, kuat, dan berjiwa besar. Sebab di balik jeruji sunyi rumah sakit jiwa, ada harapan, ada perjuangan, dan ada manusia yang ingin kembali pulih dan dipulihkan.

Penulis: Majid Mustaki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *