POROSRAKYAT.ID – Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. Gusnar Ismail, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Pena Kehidupan (YPK) berupa Seminar Mubaligh Kesehatan yang digelar sebagai bentuk edukasi dan peningkatan kesadaran kebencanaan bagi generasi muda di Provinsi Gorontalo.
Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung DPRD Kota Gorontalo ini menghadirkan tiga narasumber sesuai bidang keahliannya, yaitu Moh. Tahir Laendeng, S.Sos. dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dr. Rully Chanfra Antuly, Sp.An. dari dunia medis, serta Alan Lasena dari Badan SAR Nasional (BASARNAS) Kota Gorontalo.
Seminar ini diikuti oleh perwakilan siswa dari 14 sekolah menengah atas dan sederajat, termasuk SMA dan Madrasah di berbagai wilayah Gorontalo, serta mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Gorontalo dan Forum Relawan. Materi yang disampaikan mencakup simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD), sistem mitigasi, prosedur tanggap darurat, dan penanganan situasi bencana secara langsung.
Dalam keterangannya, Gubernur Gorontalo menyatakan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas generasi muda untuk tanggap terhadap bencana. Saya mengapresiasi Yayasan Pena Kehidupan yang telah memfasilitasi edukasi seperti ini secara menyeluruh,” ujar Gubernur melalui pesan singkat.
Kepala Biro Organisasi Pemerintah Provinsi Gorontalo, Tobias, S.Pd., M.Pd., yang hadir mewakili Gubernur, turut menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu best practice yang patut dicontoh oleh instansi lain di Gorontalo, khususnya dalam hal edukasi mitigasi bencana sejak dini.
“Simulasi dan edukasi yang diberikan sangat baik dan praktis. Saya melihat langsung bagaimana para siswa dapat memahami dengan cepat bagaimana harus bertindak saat menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Ketua Yayasan Pena Kehidupan, dr. Mohamad Rifki Hulalata, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kelanjutan aksi kemanusiaan yang telah dilakukan yayasan, seperti distribusi bantuan pada saat banjir di bulan Ramadan lalu.
“Melalui seminar ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap bertindak jika suatu saat menghadapi kondisi bencana atau situasi gawat darurat di lingkungan sekitarnya,” ungkap dr. Rifki.
Para peserta juga menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan ini. Selain menambah pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini menjadi sarana menjalin pertemanan lintas sekolah dan memperluas wawasan kebencanaan.
Dengan adanya kegiatan ini, Yayasan Pena Kehidupan berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun budaya tanggap bencana di Provinsi Gorontalo, sekaligus menjadi mitra aktif pemerintah dalam upaya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko bencana.

















