POROSRAKYAT.ID – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025, langkah strategis kembali dilakukan oleh jajaran Kepolisian Daerah Gorontalo. Subdit Kamneg IV Direktorat Intelkam Polda Gorontalo bersama Tim Cegah Satgaswil Densus 88 AT Polri Wilayah Gorontalo menggelar kegiatan penggalangan terhadap para mantan narapidana terorisme (napiter) yang berdomisili di Provinsi Gorontalo.
Kegiatan ini tak sekadar menjadi rutinitas tahunan, namun menjadi bagian dari upaya serius dalam memperkuat stabilitas keamanan serta menekan potensi munculnya kembali paham radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat.
Dengan pendekatan humanis dan penuh kekeluargaan, tim gabungan memberikan ruang dialog serta pembinaan kepada para eks napiter, sambil menyampaikan pesan-pesan kebangsaan dan pentingnya kembali berperan aktif dalam membangun lingkungan yang damai dan harmonis.
“Kami hadir untuk merangkul, bukan menghakimi. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa negara tidak pernah lelah mengajak warganya untuk kembali ke jalan kebangsaan dan kedamaian,” ungkap salah satu perwira dari Subdit Kamneg IV Dit Intelkam Polda Gorontalo.
Dalam kesempatan itu, Tim Densus 88 juga menyampaikan himbauan tentang bahaya penyebaran paham radikal, baik secara terbuka maupun terselubung, terutama melalui media sosial dan kelompok-kelompok tertutup. Waspada, namun tidak mencurigai secara membabi buta—itulah pesan utama yang ditegaskan.
Para eks napiter pun menyambut baik kegiatan ini. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan komitmen untuk tidak kembali ke jalan kekerasan serta siap berkontribusi bagi masyarakat sebagai agen perdamaian.
“Kami ingin membuka lembaran baru, dan kami bersyukur masih diberi ruang untuk menjadi bagian dari masyarakat yang positif,” ujar salah satu eks napiter yang ikut dalam kegiatan tersebut.
Sinergi antara aparat dan masyarakat seperti inilah yang menjadi modal kuat dalam menjaga Harkamtibmas di Bumi Serambi Madinah. Menyambut HUT Bhayangkara ke-79, kegiatan ini menjadi simbol semangat kolaborasi dan optimisme menuju Indonesia yang lebih aman, damai, dan bersatu.














