Daerah  

Perjuangkan Proses Hukum, Fanli Katili Harus Terbaring Usai Empat Hari Tanpa Istirahat

banner 120x600

Perjuangan menegakkan keadilan tidak selalu berlangsung di ruang sidang. Di balik setiap proses hukum, ada waktu, tenaga, pikiran, bahkan kesehatan yang terkadang harus dikorbankan.

Hal itu dialami Fanly Katili, S.Pd., S.H., M.H., Kuasa Hukum RSIA Sitti Khadijah Gorontalo. Selama empat hari terakhir, Fanly terus bergerak mengawal dua perkara yang tengah dihadapi rumah sakit, yakni dugaan penganiayaan terhadap dokter Muhamad Rifki Hulalata dan dugaan perusakan fasilitas rumah sakit.

Padatnya agenda hukum dan persidangan membuat Fanly nyaris tidak memiliki waktu untuk beristirahat. Aktivitas yang berlangsung tanpa jeda selama beberapa hari akhirnya berdampak pada kondisi fisiknya.

Fanly pun terpaksa menjalani perawatan dan bedrest total di ruang perawatan rumah sakit untuk memulihkan kondisi tubuhnya.

Namun, terbaring di ruang perawatan bukan berarti perjuangan telah berakhir. Ada kalanya tubuh hanya meminta satu hal sederhana: istirahat.

Di balik keteguhan seorang kuasa hukum dalam mengawal perkara, tetap ada manusia yang memiliki batas kemampuan. Setelah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memastikan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya, kini waktunya bagi tubuh untuk mendapatkan kesempatan memulihkan diri.

Bukan menyerah. Bukan mundur. Hanya berhenti sejenak untuk kembali menguat.

Semoga Fanly Katili segera diberikan kesembuhan, kesehatan, dan kekuatan untuk kembali menjalankan tugas profesionalnya dalam mengawal proses hukum secara teguh dan berintegritas.

Karena memperjuangkan keadilan membutuhkan keberanian, tetapi menjaga kesehatan juga merupakan bagian dari perjuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *