Said Didu: PKS Bungkam Setelah Dapat Jatah Seperdua Menteri

Said Didu
banner 120x600

POROSRAKYAT.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapat sindiran. Salah satunya dari Eks Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu.

Dia menyentil PKS yang kini hilang bak ditelan bumi. Setelah sebelumnya gencar menyuarakan kritikan kepada pemerintah. Said Didu menyatakan, PKS diam setelah diberikan jatah seperdua menteri.

“Betul-betul hilang setelah diberikan jatah 1/2 Menteri,” kata Said Didu dikutip akun X pribadinya, Rabu, (26/3/2025). Unggahan Said Didu ini merespons salah satu postingan pemilik akun X @Tan_Mar3m.

Dia juga menyentil PKS. “Baru ngeh PKS ga pernah lagi lewat temlen. Apa sudah tenggelam itu partai,” ujar pemilik akun. Diketahui, PKS memiliki satu kursi di Kabinet Merah Putih saat ini yakni Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.

Pada Pilpres 2024 lalu, PKS, PKB dan Nasdem bergabung dalam Koalisi Perubahan untuk mengusung Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (Cak Imin) melawan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka dan Ganjar Pranowo – Mahfud MD. Sedangkan Prabowo – Gibran diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) yakni Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN PSI, PBB, Garuda, dan Gelora. PRIMA Berkarya PKR Parsindo PKP PA merupakan partai pendukung.

Adapun Mahfud diusung oleh PDI Perjuangan, PPP, Perindo dan Hanura kala itu. Belakangan, setelah Prabowo – Gibran menang, NasDem, PKB, PKS, PPP, Perindo dan Buruh Ummat bergabung dengan KIM Plus.

Kembali dengan PKS, memang pada era Joko Widodo PKS getol melakukan kritikan. Berbeda dengan saat ini. Salah satu hal yang paling mencolok saat pengesahan undang-undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) dimana PKS juga ikut menyetujui.

Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengakui karena PKS saat ini masuk koalisi dalam pemerintahan, oleh karena itu berbagai hal yang menjadi konsen program dan perhatian dari koalisi tentu akan menjadi perhatian PKS juga untuk memperjuangkannya.

Dan sekali lagi, kaitan dengan RUU TNI, tadi faktor yang akan kita perkuat adalah TNI, nya,” ungkap Ahmad Syaikhu beberapa waktu lalu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *