Daerah  

Lebih dari 30 Tahun Mengabdi, Dr Tony Mohammad Terima Penghargaan.

banner 120x600

Puluhan tahun mengabdikan diri dalam pelayanan kesehatan tidak membuat semangat pengabdian sejumlah dokter di Kabupaten Gorontalo berhenti ketika memasuki masa purna bakti.

Dedikasi mereka mendapat pengakuan melalui penyerahan sertifikat penghargaan oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, dalam upacara di halaman Kantor Bupati Gorontalo, Rabu (28/10/2026).

Sebanyak 10 dokter menerima penghargaan atas pengabdian dan kontribusi mereka dalam bidang kesehatan. Penganugerahan tersebut menjadi bagian dari apel Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Hari Dokter Nasional ke-76, dan Hari Keuangan Nasional ke-80 tahun 2026.

Salah satu penerima penghargaan adalah dr. A.R. Mohammad, Sp.PD., FINASIM, yang akrab disapa dr. Tony Mohammad. Ia pernah memimpin Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Gorontalo selama dua periode dan menjabat sebagai Direktur RSUD Dr. M.M. Dunda Limboto.

Dalam keterangannya, dr. Tony menyoroti perjalanan panjang pengabdian para dokter penerima penghargaan. Menurutnya, mereka telah melewati lebih dari tiga dekade dalam profesi kedokteran dan tetap menjalankan pelayanan sesuai kompetensi masing-masing, meskipun sebagian di antaranya telah memasuki masa purna bakti sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Dari 10 dokter yang menerima penghargaan tersebut, dr. Tony menyebut dirinya masih berstatus sebagai ASN aktif.

Ia menegaskan bahwa pengabdian seorang dokter tidak semata-mata diukur dari lamanya masa kerja maupun jumlah pasien yang ditangani. Lebih dari itu, profesi kedokteran memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan yang mengutamakan keselamatan pasien, meningkatkan kompetensi melalui pendidikan dan penelitian, serta berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Ketiga tanggung jawab itu harus berjalan beriringan dengan etika profesi dan komitmen kemanusiaan,” ujarnya.

Dr. Tony juga mengingatkan bahwa ilmu kedokteran terus berkembang sehingga setiap dokter dituntut untuk senantiasa belajar sepanjang hayat. Selain meningkatkan kapasitas diri, dokter diharapkan terus berbagi pengetahuan dengan sesama tenaga kesehatan dan masyarakat, dengan tetap menempatkan kepentingan serta keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

Adapun 10 dokter penerima penghargaan tersebut yakni dr. Chandra Lasimpala, dr. Leo Runtulalo, dr. Farida Leo Runtulalo, dr. Rasmin Junus, dr. Erna Lasabuda, dr. Moh. Natsir Mawardy Abdul, M.Kes., dr. Zein Suweleh, Sp.T.H.T.B.K.L., dr. Iriani Siombo, Sp.A., dr. Zarman Hadati, dan dr. A.R. Mohammad, Sp.PD., FINASIM.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas perjalanan panjang pengabdian para dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Lebih dari sekadar seremoni, penghormatan tersebut juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga profesionalisme, etika, semangat pembelajaran, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas kedokteran.

Dedikasi para dokter diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi tenaga kesehatan berikutnya untuk memberikan pelayanan yang berkualitas, berorientasi pada keselamatan pasien, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *