Post ADS
Opini  

Membongkar pikiran Gubernur Sulut yang ahistoris tentang Bank Sulut – Gorontalo

banner 120x600

POROSRAKYAT.ID – “Apabila kita berbicara soal uang, maka semua orang memiliki agama yang sama.” Voltaire

Kutipan diatas saya gunakan untuk memaknai pikiran elite politik Sulut atau Gubernur yang berterpilih Yulius selvanus, Terkait dengan bongkar pasang direksi dan komisaris Bank Sulut – Gorontalo disingkat BSG.

Example 500x400

“Apabila kita berbicara soal Bank Sulut -Gorontalo tidak bicara sekedar Uang dan saham sebagai nilai tukar, karena semua orang akan bersepakat bahwa BSG  sebuah institusi keuangan yang memiliki dua aliran identitas  kuat Agama  dan Suku yang berbeda  yaitu muslim dan Non Muslim serta Gorontalo dan Bukan Gorontalo.

Gejolak muncul karena Gubernur Sulut adalah sosok yang ahistoris, telah mengabaikan roh lahirnya Bank Pembangunan Daerah dari kekuatan identitas Sulut Non Muslim dan Gorontalo Muslim.

Bongkar pasang direksi di BSG Gubernur Sulut tidak bisa tidak, suka tidak suka melekat sentimen kuat dari dua aliran identitas itu. Artinya uang yang diparkir di BSG sudah beragama dan berciri identitas Gorontalo. Ini mengkonfirmasi bahwa uang yang dijadikan modal setor bukan sekedar nilai tukar tapi juga sebagai identitas politik daerah, sehingga bongkar pasang direksi dan komisaris harus mempertimbangkan identitas Suku dan Agama warga Gorontalo.

_*Saya membaca dalam beberapa komentar di media sosial bahwa isue kekuatan identitas Gorontalo  dimainkan secara maksimal oleh politisi senior Gorontalo yang kini menjadi walikota Gorontalo sdraku Adhan Dambea, bahwa Islam yang mewakili unsur kekuatan di direksi dan komisaris BSG bukan Islam Gorontalo.*_  Menurut saya ini salah satu kepiawaian Adhan berselancar pada ombak politik BSG.

Disini saya menilai bahwa Gubernur Sulut mempertimbangkan isue identitas  Islam Gorontalo berbeda dengan Islam Manado yang dianggap telah mewakili kelompok Islam dalam susunan Pimpinan BSG. Sehingga dipertimbangkan alias bongkar ulang.

Dalam posisi ini saya mendorong bahwa uang pemerintah daerah se-provinsi Gorontalo harus diberi bobot atau makna yang kuat bahwa penyertaan modal di BSG bukan sekadar alat tukar alat ukur berbentuk saham tapi harus menjadi  pilar utama yang memengaruhi setiap keputusan strategis dan politik Kekuasaan yang diperlukan artinya Memberi kekuasaan kepada elite daerah atau Pemda untuk melakukan apa yang mereka inginkan, sehingga dapat memengaruhi dinamika kekuasaan yang memberi manfaat kepada warga Gorontalo baik Di Sulut atau di provinsi Gorontalo dalam kegiatan usaha mereka.

Ditulis selingan setelah makan siang dan minum kopi Arabica di kaki pegunungan Jawa Barat.

Penulis : bAnG_aMoz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *