Daerah  

Cegah Pengaruh Paham IRET dan NVE, Satgaswil Gorontalo Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di SMP Negeri 3 Kota Gorontalo

banner 120x600

Dalam upaya meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan serta membangun kewaspadaan generasi muda terhadap berbagai pengaruh negatif di ruang digital, Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo berkolaborasi dengan Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo melaksanakan kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di SMP Negeri 3 Kota Gorontalo.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para guru dan siswa-siswi SMP Negeri 3 Kota Gorontalo dengan mengangkat sejumlah materi penting, di antaranya bahaya paham IRET, potensi penyebaran paham NVE (Nihilistic Violent Extremism), serta fenomena penyebaran konten True Crime Community yang dapat memberikan pengaruh negatif terhadap pola pikir dan perilaku pelajar.

Dalam kegiatan ini, para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali berbagai bentuk penyebaran ideologi dan konten digital yang berpotensi mendorong sikap intoleran, ekstrem, kekerasan, maupun perilaku menyimpang di kalangan generasi muda.

Selain itu, para siswa juga diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terpengaruh oleh konten yang mengandung unsur kekerasan, serta memiliki kemampuan menyaring informasi sebelum menerima maupun menyebarkannya kepada orang lain.

Kolaborasi antara Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo dan Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo ini menjadi bagian dari upaya edukasi dan pencegahan dini melalui lingkungan pendidikan, dengan melibatkan guru sebagai unsur penting dalam membangun karakter, pengawasan, dan perlindungan peserta didik.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para pelajar SMP Negeri 3 Kota Gorontalo semakin memahami pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila, semangat persatuan, toleransi, serta memiliki ketahanan diri dalam menghadapi berbagai tantangan ideologi dan perkembangan informasi di era digital.

Pencegahan sejak dini merupakan langkah penting dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta mampu menggunakan ruang digital secara sehat, cerdas, dan bertanggung jawab.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *